Pelatihan Menulis Bagi Komunitas

Masyarakat dari Kampung Cibangkala, Kapudang, Cilunglum, Warung Pojok, Karang dan Kampung Cikadu mengikuti pelatihan menulis pada 25-26 Februari 2015 di aula kantor Desa Jagaraksa. Ada 34 orang (24 laki-laki dan 10 perempuan) mengikuti pelatihan. Kegiatan yang sama juga dilakukan di Desa Cirompang pada 27 Februari 2015 melibatkan 17 orang (4 laki-laki, 13 perempuan). Narasumber pelatihan adalah Nia Ramdhaniaty (Direktur Eksekutif RMI) dan Rojak Nurhawan (Manajer Pemberdayaan Masyarakat RMI). Sedangkan fasilitatornya Sahdi Sutisna (Pemberdayaan Masyarakat RMI).

“Berawal dari menulis, jika diniatkan untuk membangun desa ke arah yang lebih baik pasti bisa membuat masyarakatnya lebih sejahtera” kata Sahdi Sutisna yang biasa dipanggil Kang Aji dalam pengantarnya.

menulis3Nia mengajak peserta untuk coba menuliskan tentang kampungnya masing-masing. “Jangan takut salah, kita belajar bersama-sama. Lagipula cerita tentang kampung di sini, hanya bapak ibu yang benar-benar paham”. Cerita tentang sejarah kampung, kegiatan masyarakat, persoalan yang dihadapi warga kampung ataupun harapan kampung di masa depan bisa dituliskan oleh peserta pelatihan.

Peserta belajar tahap menyusun tulisan dan teknik mencari informasi. Informasi bisa didapatkan dari wawancara, sensus, mengumpulkan informasi dari koran dan lain sebagainya. Rojak menegaskan, “Tentukan lebih dulu kerangka tulisan agar mudah dalam merangkai informasi yang didapat menjadi tulisan. Setelah ada draf tulisan, baca ulang, lalu revisi dan perbaiki lagi”. […]

Improving Gender Equality on Land and Natural Resources GovernanceWujudkan Tata Kelola Agraria yang Berkeadilan Jender

RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment in collaboration with the International Land Coalition and Global Land Tool Network organised a training titled “Gender Equality on Land and Natural Resources Governance”. This training was held on February 25th to March 3rd 2015 and was aimed for female community organisers. Thirteen young women who participated in this training were based in Palu, Lombok, Blitar, Jember, Pangandaran, Ciamis, Bogor, Bengkulu and Padang.

Ratnasari, the training coordinator, explained that the objectives of the training were to increase the understanding of the participants that gender equality on land and natural resource governance is an important aspect because both women and men are impacted by decisions made in relation to the natural resource management. This is the reason why the perspectives from men and women should be included on the natural resource and land governance.

Gender and Religion was one of the topics being discussed. Iklilah Muzayyanah[1], the resource person, explained that religion (in this case it was Islam being used as an example) has put women and men equal. “In Islam, there are two requirements to be a leader: responsibility and capability. Women or men, when any of them can fulfill these requirements, then she or he can be a leader”. Iklilah then mentioned situations in which Islam put women and men in equal positions.

RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment, bekerjasama dengan International Land Coalition dan Global Land Tool Network mengadakan pelatihan “Tata Kelola Agraria dan Sumberdaya Alam yang Berkeadilan Jender”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Februari-3 Maret 2015 ini dikhususkan bagi para community organizer perempuan. 13 peserta pelatihan berasal dari berbagai organisasi, dari berbagai daerah, diantaranya Palu, Lombok, Blitar, Jember, Pangandaran, Ciamis, Bogor, Bengkulu dan Padang.

Ratnasari, koordinator kegiatan, menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bahwa dalam pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola agraria yang berkeadilan jender, merupakan suatu hal yang penting karena baik perempuan maupun laki-laki berperan dan mengalami dampak dari suatu keputusan terkait pengelolaan sumberdaya alam. Hal ini membuat perspektif dari perempuan maupun laki-laki perlu dimasukkan dalam tata kelola agraria dan sumberdaya alam.

Materi “Jender dan Agama”, yang disampaikan oleh Iklilah Muzayyanah, menjelaskan bagaimana agama (dalam penjelasan ini menggunakan agama islam sebagai contoh) telah menempatkan perempuan dan laki-laki dengan setara. “Dalam Islam, untuk menjadi pemimpin, syaratnya ada dua. Tanggung Jawab dan mampu. Baik perempuan atau laki-laki, saat sudah memenuhi dua syarat tersebut, bisa jadi pemimpin”, Iklilah memberikan contoh bagaimana islam menempatkan posisi yang setara antara perempuan dan laki-laki. […]

Wujudkan Tata Kelola Agraria yang Berkeadilan Jender

RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment, bekerjasama dengan International Land Coalition dan Global Land Tool Network mengadakan pelatihan “Tata Kelola Agraria dan Sumberdaya Alam yang Berkeadilan Jender”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Februari-3 Maret 2015 ini dikhususkan bagi para community organizer perempuan. 13 peserta pelatihan berasal dari berbagai organisasi, dari berbagai daerah, diantaranya Palu, Lombok, Blitar, Jember, Pangandaran, Ciamis, Bogor, Bengkulu dan Padang.

Ratnasari, koordinator kegiatan, menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bahwa dalam pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola agraria yang berkeadilan jender, merupakan suatu hal yang penting karena baik perempuan maupun laki-laki berperan dan mengalami dampak dari suatu keputusan terkait pengelolaan sumberdaya alam. Hal ini membuat perspektif dari perempuan maupun laki-laki perlu dimasukkan dalam tata kelola agraria dan sumberdaya alam.

Materi “Jender dan Agama”, yang disampaikan oleh Iklilah Muzayyanah, menjelaskan bagaimana agama (dalam penjelasan ini menggunakan agama islam sebagai contoh) telah menempatkan perempuan dan laki-laki dengan setara. “Dalam Islam, untuk menjadi pemimpin, syaratnya ada dua. Tanggung Jawab dan mampu. Baik perempuan atau laki-laki, saat sudah memenuhi dua syarat tersebut, bisa jadi pemimpin”, Iklilah memberikan contoh bagaimana islam menempatkan posisi yang setara antara perempuan dan laki-laki. […]