Siaran Pers: Inisiasi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Masyarakat oleh Anak Muda Lokal di Cigombong

Perjalanan Menuju Lokasi Green Camp | Sumber Foto: Yayasan RMI

Perjalanan Menuju Lokasi Green Camp | Sumber Foto: Yayasan RMI

[Bogor, 16 Oktober 2015] Akhir pekan ini (16-18 Oktober 2015), Kelompok Pemuda Ciwaluh Desa Wates Jaya didukung oleh para orang tua mereka yang menjadi petani hutan kebun (agroforestry), meneruskan upaya untuk mewujudkan konsep pengelolaan sumber daya lokal berupa ekowisata berbasis masyarakat yang diawali dengan kegiatan Green Camp. Selain pemuda Ciwaluh dan kampung-kampung di sekitarnya, peserta Green Camp juga berasal dari komunitas-komunitas lain di Bogor dan Jakarta, seperti Relawan for Life, Lindalang (Lingkungan Daur Ulang), dan Teens Go Green. Dalam kegiatan ini, 50 orang anak muda tersebut akan berkemah di Bumi Perkemahan Ciawi Tali yang berlokasi di Kampung Ciwaluh. Kegiatan ini didukung oleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI) dan Terre de Hommes Germany.

Green Camp merupakan acara rutin RMI yang mempertemukan anak muda dari wilayah pedesaan dan perkotaan untuk bersama-sama belajar mengenai pengelolaan sumberdaya alam. Sesudah mengangkat tentang isu pengurangan resiko bencana melalui perbaikan tata guna lahan pada Green Camp 2014, tahun ini, Green Camp dilaksanakan dengan pendekatan yang lain dimana semua peserta juga berfungsi sebagai panitia.

“Tujuan utamanya jelas: Kegiatan yang dilakukan pada Green Camp ini akan menjadi fondasi yang akan dipakai oleh masyarakat di Kampung Ciwaluh yang berada di hulu Sungai Cisadane”, ungkap Fahmi Rahman, staf Divisi Kampanye dan Advokasi Kebijakan RMI yang juga merupakan penanggungjawab kegiatan.

Selama tiga hari, para peserta akan belajar mengenai pengelolaan sumber daya alam; mulai dari identifikasi keanekaragaman hayati, teknik fasilitasi, hingga diskusi mengenai politik ekologi yang memengaruhi kondisi lingkungan. Mereka juga akan menggali sejarah pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat di kaki Gede Pangrango.

“Kegiatan ini menjadi ajang belajar secara langsung bagi anak muda untuk mempelajari tentang ekologi, misalnya keanekaragaman hayati, juga tentang interaksi manusia dengan hutan yang ternyata dapat berjalan secara harmonis”, ujar Bahrul Septian dari Relawan for Life yang bertanggungjawab untuk acara.

Masyarakat yang puluhan tahun hidup dari pertanian, melihat potensi ekowisata ini sebagai sesuatu yang baru dan dapat membantu mereka meningkatkan perekonomian kampung. Selain itu, pengelolaan ekowisata yang baik juga dinilai dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat, baik di sawah maupun kebun. Beberapa petani di sana pun saat ini mulai mengembangkan aktivitas pertanian, seperti menghasilkan produk kopi dan herbal.

Pengelolaan ekowisata ini dijalankan para pemuda Kampung Ciwaluh untuk menjawab berbagai tantangan yang terjadi di sekitar mereka. Mereka menunjukkan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan di kampung mereka sendiri dengan memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia namun tetap menjaga keseimbangannya. Inisiasi ini dilaksanakan di hadapan pembangunan area wisata skala masif yang akan mengubah lanskap wilayah hulu seluas 3000 hektar di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor

Kontak Media: Mardha Tillah 081316367600

Ditulis oleh: Indri Guli dan Mardha Tillah

You may also like...