Kebun Pekarangan Hutan Adat Kasepuhan Karang

(Salah satu kebun pekerangan warga Kapudang: Dokuemnetasi RMI; 2017)

(Salah satu kebun pekerangan warga Kapudang: Dokuemnetasi RMI; 2017)

Penulis: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge management)

Pemanfaatan lahan pekarangan dilakukan oleh sebagian besar warga Kapudang, Kasepuhan Karang untuk menaman sayur-sayuran dan tanaman obat-obatan. Praktek pemanfaatan lahan pekarangan dilakukan lebih dari lima tahun yang lalu, dalam upaya memenuhi kebutuhan sayur di kampung. Demikian ditegaskan oleh Ketua RT Kampung Kapudang, Sapiin, di rumahnya (Sabtu, 14/10).

Kampung Kapudang merupakan salah satu kampung yang berada di Desa Jaragraksa.  Lokasi kampung ini berjarak 300 meter dari hutan cawisan Karang. Sebagian besar di depan rumah warga terdapat sayuran-sayuran yang tertanam rapi di atas penyengga kayu atau bambu.

Dalam menjalankan praktek kebun pekarangan ini, keterlibatan perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai peran penting. Mereka akan saling merawat dan memelihara tanaman dengan baik. Misalkan, jika melakukan penyiraman tanaman pagi hari akan dilakukan oleh laki-laki, di mana perempuan disibukkan untuk urusan dapur. Sebaliknya untuk penyiraman tanaman di sore hari akan dilakukan oleh perempuan, pada waktu tersebut laki-laki masih berada di ladang.

Warga mengunakan pupuk organik sebagai untuk  merawat tanaman mereka. Seperti menunggunakan campuran arang, jerami dan pupuk kandang yang mereka olah kemudian menjadi pupuk.

(Berbagai sayuran dan tamanan obat di kebun pekarangan Kapudang: Dokumentasi RMI;2017)

(Berbagai sayuran dan tamanan obat di kebun pekarangan Kapudang: Dokumentasi RMI;2017)

Tamanan  jagung, kangkung, cabe, tomat, terong, kacang panjang, timun, bayam, caisim, buncis, daun bawang, lengkuas, telur tebu, kunyit akan kita jumpai di pekarangan warga  Kapudang.

Salah satu pengelola kebun pekarangan, Wati (25) mengatakan bahwa  dengan adanya kebun pekarang sangat membantu Perempuan Kapudang untuk memperoleh sayura.  Bahkan saat ini  pekarangan Kapudang menjadi kampung percontohon di Desa Jagaraksa.

“Kebun pekarangan ini sangat membantu kami,sayuran dan bumbu dapur tidak harus beli keluar, Kata Wati.”

Sementara itu, Staf Pengorganisasian Masyarakat RMI, Slamet Widodo mengatakan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengelola kebun pekarangan, maka diperlukannya keterlibatan mereka dalam pelatihan, baik  dalam kegiatan RMI ataupun  kegiatan dari luar.

You may also like...