Ekowisata Hutan Adat Kasepuhan Karang

Cepak Situ terlihat dari atas: Dokumentasi RMI;2017)

Cepak Situ terlihat dari atas: Dokumentasi RMI;2017)

Penulis: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge Management RMI)

Cepak situ menjadi kawasan ekowisata Kasepuhan Karang, Lebak, Banten. Di mana ekowisata ini yang merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemuda adat  dalam menjaga dan mengelola hutan adat. Demikian ditegaskan, Kepala Desa Jagaraksa, Jaro Wahid, (Sabtu, 14/10).

“Cepak Situ  ini masuk dalam kawasan hutan titipan,  yang berarti  hutan yang dicadangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Jika ini dikelola dengan baik oleh pemuda adat tentu dapat membantu kesejahteraan bersama, salah satu yang diharapkan nantinya dapat meningkatnya ekonomi warga, kata Wahid.”

(Penunjung berfoto di tulisan Leuweung Adat: Dokumentasi RMI;2017)

(Penunjung berfoto di tulisan Leuweung Adat: Dokumentasi RMI;2017)

Kawasan hutan titipan  tepat berada dipinggir jalan yang menghubungkan Desa Jagaraksa menuju  Desa Sindanglaya, dengan  pemandangan tatanan sawah terasering dan pohon-pohon meranti tua yang rindang, beberapa saung bambu dan kursi bambu yang berjejer, tiang kayu dengan tulisan “Leuweung Adat” (hutan adat)  yang  menjadi tempat favorit penunjung untuk berfoto,  serta keelokan senja di sore hari bisa kita nikmati di kawasan ekowisata Cepak Situ.  Tidak hanya itu, Cepak Situ juga menyediakan lokasi untuk camping, bagi pengunjung yang ingin bermalam.

(Perkumpulan anak muda di Cepak Situ: Dokuemntasi RMI; 2017)

(Perkumpulan anak muda di Cepak Situ: Dokuemntasi RMI; 2017)

Lokasi  untuk menuju  ke Cepak Situ berjarak 36KM dari Kabupaten Lebak, ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil.

Salah satu pengelola Cepak Situ, Busro (18) merasa senang karena Cepak Situ mulai ramai dikunjungi.  Kini Busro mengakui bahwa perjuangan ia dan teman-teman untuk membuka ekowisata ini tidak sia-sia.

“ Mereka yang berkunjung ke Cepak Situ mulai dari penjabat-jabat pemerintah baik dari pulau Jawa ataupun  luar pulau Jawa, dan paling banyak pengunjung warga dari Kabupaten Lebak, kata Busro.”

(Saung di Cepak Situ: Dokumentasi RMI;2017)

(Saung di Cepak Situ: Dokumentasi RMI;2017)

Pengunjung Cepak Situ, Siti Maisaroh (17) mengatakan alasan berkunjung ke Cepak Situ ialah tempatnya yang dingin dan bagus untuk berfoto,  serta ia bisa bermain sambil belajar tentang hutan adat. Menurutnya, Cepak Situ menjadi tempat yang pas untuk refreshing jika penat belajar di sekolah.

(Pengunjung Cepak Situ Dari Desa Ciminyak: Dokumentasi RMI;2017)

(Pengunjung Cepak Situ Dari Desa Ciminyak: Dokumentasi RMI;2017)

Sementara itu, pengunjung lain dari Desa Ciminyak, Susi (35) mengatakan  datang ke Cepak Situ sama halnya pergi ke puncak (Bandung),  lokasi yang dekat sehingga tidak membutuhkan  ongkos yang mahal, dan bisa membawa  keluarga dalam jumlah yang banyak untuk berwisata.

Cepak Situ menjadi rekomendasi untuk berwisata bersama keluarga, teman dan kerabat.  Di Cepak Situ, selain menikmati keindahan alam hutan adat, kita dapat juga belajar bagiamana proses pengelolaan hutan adat yang dilakukan oleh anak muda.

 

You may also like...