Tiga Anak Muda SMN ikut acara RCYPM di Thailand

(Perform anak muda dari Filipina dalam solidarity nignt, Minggu (03/12), Foto: April Filipina

(Perform anak muda Filipina di Solidarity Night, pada acara Regional Children and Youth Patners Meeting, Minggu (03/12), Foto: April Filipina

Penulis: Rahma Novianti (Koordinator SMN Regional Jawa)

Editor: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge Management RMI)

Tig anak muda  perwakilan Suara Muda Nusantara (SMN) Indonesia mengikuti acara Regional Children and Youth Patners Meeting (RCYPM) ke 4 di Tawan Resort, Rayong, Thailand pada tanggal 1-3 Desember 2017.

Tiga anak muda tersebut ialah Rahma Novianti, Mutia Tria Ningsih, Meilinda Amin. Selain perwakilan SMN dari Indonesia yang terlibat dalam kegiatan ini ialah perwakilan anak muda dari Kamboja, Vietnam, Thailand, Laos, Filipina, Myanmar, Mekong Youth Asembly, Asean Youth Forum.

RCYM merupakan pertemuan khusus anak dan pemuda yang membahas mengenai 3 isu bersama untuk advokasi dan kampanye di tingkat Regional, yaitu pendidikan, ecologial child right (ECR) dan partisipasi. Pertemuan ini mendapatkan dukungan dari teere des home SEA (tdh-SEA). Tujuan dari acara ini ialah saling berbagi informasi terkait kegiatan untuk aksi bersama, peningkatan kapasitas, tempat untuk saling belajar dan memperkenalkan budaya dari masing-masing negara. Selain itu, terdapat dua hal yang menjadi landasan dasar dalam kegiatan ini ialah untuk membahas mengenai persiapan Delegate Conference 2018  dan Capacity Building untuk riset dan Advokasi.

Kegiatan hari pertama ialah Sharing Time…. Collecting Information from various Resourse, di mana setiap peserta mempresentasikan materi terkait kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing perwakilan. Presentasi tersebut berupa booth, SMN-Indonesia mempresentasikan materi mereka dengan mencetak foto kegiatan dan membawa banner serta buku “Anak dan Kehidupan”.

(SMN Indonesia mempresentasikan kegiatan SMN, foto:Rahma/ 2017)

(SMN Indonesia mempresentasikan kegiatan SMN, foto:Rahma/ 2017)

Meilinda dan Mutiara memperesentasikan mengenai gambaran umum Suara Muda Nusantara dan beberapa kegitaan yang dilakukan, seperti bentuk aktivitas lainnya memlaui media publikasi, peningkatan kapasitas di kelompok, pertemuan kota, regional, dan pertemuan nasional. Media komunikasi paling intens menggunakan WhatsApp, namun selain itu menggunakan Facebook, Blog, dan Instagram untuk publikasi dan kampanye.

Selain itu, mereka juga menyampaikan mengenai tantangan yang dihadapi SMN sendiri ialah komunikasi, karena lokasi dan jarak yang berjauhan dari masing-masing regional serta sulit dilakukan pertemuan dengan kelompok dari regional yang berbeda karena terkendala budget. Meskipun demikian, SMN mempunyai perencanaan ke depan, yaitu akan melanjutkan kegiatan meskipun tanpa Budget, dengan cara seperti mempublikasikan berbagai informasi kegiatan dari semua anggota kelompok. Semangat SMN untuk tetap berkegiatan salah satunya ialah karena tetap mendapatkan dukungan dari NGO dampingan dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan.

Selain presentasi dari perwakilan anak muda dari 7 negera, terdapat jaringan lainnya yang menyampaikan kegiatan dan perkembangan yang dilakukan. Di antaranya Mekong Youth Assembly (MYA), ASEAN Youth Forum, Tdh Regional Patner’s Meeting 2017 (RPM); Siem Riep Cambodia, Delegate Conference 2018.

Hari kedua dalam acara ini ialah mengenai “Research workshop dan pemetaan aktor” dengan pengidentifikasian awal, terkait identifikasi topik, membuat tim riset, dampak yang diharapkan, identifikasi aliansi dan  pihak-pihak yang berpengaruh, menentukan tool riset, keamanan, pengumpulan data, proses dan analisis data, share versi draft untuk mendapatkan feedback, penyampaian data, kampanye dan advokasi, refleksi/ evaluasi.

(Solidarity night; foto Ye Yint (Myanmar)/ 2017)

(Solidarity Night; foto Ye Yint (Myanmar)/ 2017)

Hari terakhir,  terdapat workhsop skill share, pada kegiatan ini peserta membuat satu penampilan yang bertujuan untuk kampanye dan advokasi tentang kekerasan terhadap anak, sesuai dengan tema global action month tahun 2017. Selain itu,  kegiatan ini juga menunjukan Jaringan ini memiliki SDM yang mampu untuk melakukan berbagai kegiatan Advokasi dan kampanye seputar isu HAK anak.

Solidarity Night merupakan penutupan dari kegiatan pertemuan ini. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh teere des home-Jerman sejak RCYPM 1 di Nakonayok Thailand. Pada acara ini peserta dari masing-masing negara mempersembahkan penampilan budaya dan menggunakan kostum nasional.  Solidarity Night cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,  di mana terdapat sesi peramainan yang menyenangkan, dan terdapat foto booth bagi peserta yang ingin berfoto.

You may also like...