Metode Pendidikan/Dokumentasi Adat ; Arumono Sagashi

Arumono-sagashi, terdiri dari dua kata yakni arumono dan sagashi. Secara literal, arti dari arumono adalah sesuatu yang ada/eksis dan sagashi adalah pencarian atau penggalian. Jika digabungkan, arumono sagashi berarti penggalian/ menggali sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan mencatatnya. Metode ini mengharuskan peserta untuk memotret menggunakan kamera atau hp, kemudian menuliskannya dengan memberi judul, penjelasan singkat, deskripsi mengenai foto tersebut dan narasumber dari penjelasan tersebut. Foto yang diambil adalah foto yang berkaitan dengan kearifan lokal yang masih ada di Kasepuhan dan bertujuan untuk pembelajaran serta mengidentifikasi kebiasaan atau kearifan lokal yang dulu pernah ada atau justru kebiasaan baru yang muncul dalam masyarakat.

Beberapa pekan lalu, RMI mengadakan Sekolah Lapang Pemuda di Kasepuhan Cirompang dan Pasir Eurih. Salah satu sesinya memakai metode Arumono Sagashi. Para pemuda mendokumentasikannya ke dalam bentuk foto, lengkap dengan hasil wawancaranya. Penasaran? Kita lihat beberapa hasil dokumentasi teman – teman pemuda Kasepuhan ya. Rencananya hasil dokumentasi ini akan dibukukan dan diedarkan ke sekolah sebagai bahan pembelajaran pendidikan adat.

Nyilengleum, Lain Kateleun  Ayam bertelur di aseupan? Kok bisa? 	Nah, ini salah satu fenomena unik di Cirompang, ayam betina yang bertelur akandierami di sebuah wadah anyaman, bisa boboko, aseupan atau bahkan kardus. Si ayam terlihat nyaman dalam mengerami telur-telurnya, wadah ini biasa juga disebut warga sayang. Sayang ayam bukan sayang mantan. Jadi, buat yang sayang ayam silahkan izinkan ayamnya bertelur disini ya. Nyileungleum jadi hal unik yang bisa ditemukan di Cirompang.

Nyilengleum, Lain Kateleun
Ayam bertelur di aseupan? Kok bisa?
Nah, ini salah satu fenomena unik di Cirompang, ayam betina yang bertelur akandierami di sebuah wadah anyaman, bisa boboko, aseupan atau bahkan kardus. Si ayam terlihat nyaman dalam mengerami telur-telurnya, wadah ini biasa juga disebut warga sayang. Sayang ayam bukan sayang mantan. Jadi, buat yang sayang ayam silahkan izinkan ayamnya bertelur disini ya. Nyileungleum jadi hal unik yang bisa ditemukan di Cirompang.

Batu Telor  Batu Telor adalah bentuk salah satu batu yang sama persis seperti telur, konon batu ini didapat dari hasil bersemedi atau bertapa di kuburan keramat yang berada di kasepuhan Cirompang atau yang disebut Kramat Limus Piit. Ada beberapa jenis benda yang didapatkan dari tempat kramat tersebut, diantaranya ada Batu Magnet, Kerisdan Batu Telor.

Batu Telor
Batu Telor adalah bentuk salah satu batu yang sama persis seperti telur, konon batu ini didapat dari hasil bersemedi atau bertapa di kuburan keramat yang berada di kasepuhan Cirompang atau yang disebut Kramat Limus Piit. Ada beberapa jenis benda yang didapatkan dari tempat kramat tersebut, diantaranya ada Batu Magnet, Kerisdan Batu Telor.

LEUIT (“Seperti asap dan air”, kata Kang Mamam. Atau laut dan pantai bahkan bintang dan malam. Begitulah Leuit dan Pare Gede atau Leuit dan kasepuhan yang tidak bisa dipisahkan dimana ada kasepuhan pasti ada Leuit dan dimana ada Pare Gede pasti ada Leuit.Leuit menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat kasepuhan. Padi yang disimpan dikasepuhan bisa berumur puluhan tahun dan masih bagus. Dibeberapa tempat kasepuhan di Lebak dan Jawa Barat, Leuit merupakan salah satu tolak ukur kekayaan seseorang. Semakin banyak Leuit, maka ia semakin kaya. (Kasepuhan Cirompang)

LEUIT (“Seperti asap dan air”, kata Kang Mamam. Atau laut dan pantai bahkan bintang dan malam. Begitulah Leuit dan Pare Gede atau Leuit dan kasepuhan yang tidak bisa dipisahkan dimana ada kasepuhan pasti ada Leuit dan dimana ada Pare Gede pasti ada Leuit.Leuit menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat kasepuhan. Padi yang disimpan dikasepuhan bisa berumur puluhan tahun dan masih bagus. Dibeberapa tempat kasepuhan di Lebak dan Jawa Barat, Leuit merupakan salah satu tolak ukur kekayaan seseorang. Semakin banyak Leuit, maka ia semakin kaya. (Kasepuhan Cirompang)

Babay  (Penolak Bala atau Penyakit) Di Kasepuhan Pasir Eurih sudah tidak asing lagi dengan kata Babay. Namunperlu diketahui lebih jelas tentang Babay ini,seperti apa fungsi Babay di kehidupan masyarakat adat.Babay diyakini oleh masyarakat kasepuhan untuk menolak bala atau menolak penyakit yang memang sudah diyakini sejak dulu hingga sekarang.Babay merupakan turunan dari para leluhur yang masih dilakukan hingga sekarang.Babay biasanyadigantung pada Leuit dan rumah penduduk, namun sebelum dipasang Babay tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di kasepuhan lalu selanjutkan dibagikan kepada masing-masing kelompok dan rumah yang ada. Bahan-bahan untuk membuat Babay, yaituTulak Tangul, Rane Jurig, Kipalias, Sulangkar, dan Ilat. Bahan-bahan tersebut bisa didapat di lingkungan wilayah Kasepuhan Pasir Eurih.

Babay (Penolak Bala atau Penyakit)
Di Kasepuhan Pasir Eurih sudah tidak asing lagi dengan kata Babay. Namunperlu diketahui lebih jelas tentang Babay ini,seperti apa fungsi Babay di kehidupan masyarakat adat.Babay diyakini oleh masyarakat kasepuhan untuk menolak bala atau menolak penyakit yang memang sudah diyakini sejak dulu hingga sekarang.Babay merupakan turunan dari para leluhur yang masih dilakukan hingga sekarang.Babay biasanyadigantung pada Leuit dan rumah penduduk, namun sebelum dipasang Babay tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di kasepuhan lalu selanjutkan dibagikan kepada masing-masing kelompok dan rumah yang ada. Bahan-bahan untuk membuat Babay, yaituTulak Tangul, Rane Jurig, Kipalias, Sulangkar, dan Ilat. Bahan-bahan tersebut bisa didapat di lingkungan wilayah Kasepuhan Pasir Eurih.

Dan masih banyak yang lainnya lho; Penasaran??
Tunggu selesai dicetak yaa,,

You may also like...