Kesejahteraan Lahir Batin: Sistem Pangan dan Dampaknya Bagi Kita

Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan dan minuman (UU Selengkapnya tentangKesejahteraan Lahir Batin: Sistem Pangan dan Dampaknya Bagi Kita[…]

Anak Muda Berani Berpihak: Aksi Anak Muda Atas Sumber Daya Alam Selama Pandemi

Telah banyak bukti bahwa generasi muda menjadi tokoh utama dari perkembangan suatu zaman dengan kompleksitasnya tersendiri. Sudah seharusnya kaum muda berpartisipasi dalam isu-isu sosial, lingkungan, ekonomi, yang tidak dapat dilepaskan dari elemen politik. Dalam gerakan sosial, pemuda dianggap mampu untuk menyadarkan masyarakat untuk melakukan perubahan. Ini merupakan gerakan politik baik disadari maupun tidak. Banyak juga Selengkapnya tentangAnak Muda Berani Berpihak: Aksi Anak Muda Atas Sumber Daya Alam Selama Pandemi[…]

Kesejahteraan Lahir Batin: Korupsi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Fokus pembangunan saat ini berpijak pada pembangunan ekonomi, mengikuti rezim kapitalisme. Demi  pertumbuhan ekonomi terus-menerus, banyak hal dikorbankan demi ekstraksi kekayaan alam, mulai dari peminggiran masyarakat lokal dan masyarakat adat, penegakan hukum yang lemah termasuk pembiaran atas terjadinya, serta minimnya upaya untuk mendorong terjadinya perubahan relasi kuasa antara institusi-institusi yang tidak setara, termasuk antara perempuan Selengkapnya tentangKesejahteraan Lahir Batin: Korupsi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup[…]

Changes in the Perception of Life of the Youth Generation of Kasepuhan Cibedug

The sun had just risen when a 14 years old young man stepped out of the house wearing a long sleeve shirt, trousers, and a cap that made him look the same as a child of his age. This assumption changed momentarily. He carried a hoe and kaneron (a bag made of sacks). “Arek ka sawah.” Going to the Selengkapnya tentangChanges in the Perception of Life of the Youth Generation of Kasepuhan Cibedug[…]

Perubahan Persepsi Kehidupan Generasi Muda Adat Kasepuhan Cibedug

Matahari belum lama beranjak dari peraduannya ketika pemuda berusia 14 tahun melangkahkan kaki keluar rumah menggunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang membuat ia terlihat sama dengan anak seumurannya. Anggapan tersebut sesaat berubah. Ia  membawa pacul dan kaneron (tas yang terbuat dari karung). “Arek ka sawah.” Ingin ke sawah, katanya. Sawah adalah tempat Selengkapnya tentangPerubahan Persepsi Kehidupan Generasi Muda Adat Kasepuhan Cibedug[…]

Serial Diskusi Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing

Agenda pembangunan hari ini dibangun atas asumsi bahwa ekonomi merupakan indikator utama wellbeing. Produk Domestik Bruto (PDB) masih banyak digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan menunjukkan status/tingkat ekonomi.  Hal tersebut menyebabkan pendekatan yang saat ini populer dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah ekonomi terbuka/liberalisasi di sektor sumber daya alam, di mana investasi merupakan penggerak utamanya. Inilah kunci Selengkapnya tentangSerial Diskusi Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing[…]

Masyarakat Adat Kasepuhan Cibarani dan Potensinya

Masyarakat Adat Kasepuhan Cibarani adalah masyarakat adat yang tinggal di wilayah administrasi Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Lebak, Banten.  Menurut Kepala Desa sekaligus Kepala Adat saat ini, Dulhani, pupuhu atau leluhur Kasepuhan yang pertama adalah Ama Haji Dul Patah. Mereka sudah tinggal di wewengkon (wilayah adat)-nya jauh sebelum zaman kolonial Belanda. Wilayah Adat Kasepuhan Cibarani meliputi Selengkapnya tentangMasyarakat Adat Kasepuhan Cibarani dan Potensinya[…]

Serial Pertama dari Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing Definisi Konseptual

Pada hari Selasa, 3 November 2020, RMI-The Indonesian Institute for Forest and Environment, Akar Foundation, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sajogyo Institute (Sains), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) melakukan diskusi terarah online sebagai bagian dari serial pengembangan konsep dan instrumen terkait wellbeing. Diskusi ini diikuti oleh 19 orang, termasuk narasumber ahli Selengkapnya tentangSerial Pertama dari Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing Definisi Konseptual[…]