Kesejahteraan Lahir Batin: Sistem Pangan dan Dampaknya Bagi Kita

Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan dan minuman (UU Selengkapnya tentangKesejahteraan Lahir Batin: Sistem Pangan dan Dampaknya Bagi Kita[…]

Ngobrol Bareng #AnakMudauntukTanah Air: Menoleh Inisiatif dan Aspirasi Anak Muda Indonesia

Sejak dahulu, dan sampai sekarang — Anak Muda terbukti secara nyata telah menunjukkan kontribusinya dengan mempelopori berbagai gerakan perubahan.    Sejak dahulu, Anak Muda terbukti telah secara nyata menunjukkan kontribusinya dengan mempelopori berbagai gerakan perubahan. Banyak momen-momen bersejarah yang dibangun oleh semangat anak muda seperti Sumpah Pemuda, Reformasi, bahkan banyak momentum di masa depan yang Selengkapnya tentangNgobrol Bareng #AnakMudauntukTanah Air: Menoleh Inisiatif dan Aspirasi Anak Muda Indonesia[…]

Rencana Aksi Ibu-ibu, Kelompok PKK dan Kader Posyandu Kasepuhan Cibarani dalam Perbaikan Gizi Keluarga

Tetet…tetet…tetettt Tetet…tetet…tetetttttt, sayuuuuurr, sayuuuuurrr”! Begitulah bunyi dan teriakan tukang sayur saling bersahut-sahutan di kampung. Suara khas klakson motor yang disertai teriakan tukang sayur hampir setiap pagi mengisi nuansa perkampungan di Kasepuhan Cibarani, Kecamatan Cirinten di Kabupaten Lebak, Banten. Bermula dari suara klakson motor itu pula penyebutan masyarakat terhadap tukang sayur keliling dengan istilah tetetet. Bagi Selengkapnya tentangRencana Aksi Ibu-ibu, Kelompok PKK dan Kader Posyandu Kasepuhan Cibarani dalam Perbaikan Gizi Keluarga[…]

Pertemuan Regional “Jadi dan Menjadi Masyarakat Adat”

Pada tanggal 8-13 Maret 2021, RMI dan Lakoat.Kujawas dari Indonesia, beserta AFA (Asian Farmers Association for Sustainable Rural Development) dan PAKISAMA (Pambasang Kilusan ng mga Samahang Magsasaka) dari Filipina melakukan Pertemuan Regional secara online yang menjadi bagian dari inisiatif “Jadi dan Menjadi Masyarakat Adat” (Being and Becoming Indigenous atau BBI). Lebih dari 45 orang peserta, Selengkapnya tentangPertemuan Regional “Jadi dan Menjadi Masyarakat Adat”[…]

Pertemuan Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan Di Banten Untuk Merumuskan Peran Pemuda Adat

Keterlibatan generasi muda dan perempuan adat dalam Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan (MPMK) merupakan hal yang harus diapresiasi dan dikawal. Pasalnya, selama ini pemuda adat jarang dilibatkan dalam kegiatan adat, pengelolaan hutan, dan proses pengambilan keputusan lainnya. Mengingat pentingnya peran generasi muda sebagai generasi berikutnya yang melestarikan adat budaya Kasepuhan, sudah sepatutnya mereka dilibatkan. Terlebih lagi Selengkapnya tentangPertemuan Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan Di Banten Untuk Merumuskan Peran Pemuda Adat[…]

Belajar Lintas Kelompok di Pelatihan Kepemimpinan

Pada hari Sabtu dan Minggu (28-29 November 2020), RMI mengadakan pelatihan kepemimpinan di wilayah Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Sejumlah 27 peserta, yang terdiri dari 11 orang pemuda perempuan dan 16 orang pemuda laki-laki, melakukan pembelajaran bersama dan mengaitkannya dengan program yang sedang dikerjakan di lokasi, yaitu Selengkapnya tentangBelajar Lintas Kelompok di Pelatihan Kepemimpinan[…]

Cross-Group Learning in Leadership Training

On Saturday and Sunday (28-29 November 2020), RMI held a leadership training in the Kasepuhan Pasir Eurih Indigenous People area, Sindanglaya Village, Sobang District, Lebak Regency, Banten Province. A total of 27 participants, consisting of 11 young women and 16 young men, learned together and linked it to a program that is being carried out in Selengkapnya tentangCross-Group Learning in Leadership Training[…]

Changes in the Perception of Life of the Youth Generation of Kasepuhan Cibedug

The sun had just risen when a 14 years old young man stepped out of the house wearing a long sleeve shirt, trousers, and a cap that made him look the same as a child of his age. This assumption changed momentarily. He carried a hoe and kaneron (a bag made of sacks). “Arek ka sawah.” Going to the Selengkapnya tentangChanges in the Perception of Life of the Youth Generation of Kasepuhan Cibedug[…]

Perubahan Persepsi Kehidupan Generasi Muda Adat Kasepuhan Cibedug

Matahari belum lama beranjak dari peraduannya ketika pemuda berusia 14 tahun melangkahkan kaki keluar rumah menggunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang membuat ia terlihat sama dengan anak seumurannya. Anggapan tersebut sesaat berubah. Ia  membawa pacul dan kaneron (tas yang terbuat dari karung). “Arek ka sawah.” Ingin ke sawah, katanya. Sawah adalah tempat Selengkapnya tentangPerubahan Persepsi Kehidupan Generasi Muda Adat Kasepuhan Cibedug[…]

Serial Diskusi Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing

Agenda pembangunan hari ini dibangun atas asumsi bahwa ekonomi merupakan indikator utama wellbeing. Produk Domestik Bruto (PDB) masih banyak digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan menunjukkan status/tingkat ekonomi.  Hal tersebut menyebabkan pendekatan yang saat ini populer dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah ekonomi terbuka/liberalisasi di sektor sumber daya alam, di mana investasi merupakan penggerak utamanya. Inilah kunci Selengkapnya tentangSerial Diskusi Pengembangan Konsep dan Instrumen Wellbeing[…]