Padi Varietas Lokal, Sumber Keanekaragaman Hayati Yang Sangat Berharga

Mungkin sebagian dari kita mengetahui bahwa dulu ada padi unggulan nasional bernama IR 64. IR 64 hanyalah salah satu dari nama-nama padi yang diluncurkan pada tahun 1986 oleh Presiden Soeharto pada tahun 1986[1]. Padi IR, padi pemerintah, padi unggul. Begitu sering disebut oleh semua orang. Selain itu ada juga padi yang bernama pandang wangi[2]. Padi Selengkapnya tentangPadi Varietas Lokal, Sumber Keanekaragaman Hayati Yang Sangat Berharga[…]

Mengatasi Malnutrisi Melalui Pangan Liar

Malnutrisi masih menghantui masyarakat Indonesia saat ini. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan bahwa 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8% (Kementrian Kesehatan, 2018). Adapun balita yang mengalami stunting Selengkapnya tentangMengatasi Malnutrisi Melalui Pangan Liar[…]

Pengumuman Seleksi – Peserta Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 3)

Terima kasih atas antusias para pendaftar Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial Batch ke-3. Setelah melalui proses seleksi, telah terpilih 13 anak muda yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti kegiatan ini: Ahmad Syufri Indriani Widyawati Yuli lindiawati Nurrahmat Saputra Sindy Indah Oktaviani Alfina Khairunnisa Nadia Alam Qosbi Eli Martika Sari Nadyati Fazrin Alfiatus Zulfa Diah Rosita Selengkapnya tentangPengumuman Seleksi – Peserta Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 3)[…]

Perempuan dan Sumber Daya Alam

Pada 21 April setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Kartini. Hari besar ini dirayakan bersamaan dengan hari kelahiran seorang pahlawan nasional perempuan bernama R.A. Kartini dari Rembang, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan emansipasi kaum perempuan di masa di mana perempuan mengalami represi atas hak, terutama hak untuk mengeyam pendidikan. Kartini kemudian ingin Selengkapnya tentangPerempuan dan Sumber Daya Alam[…]

Perempuan Perdesaan dan Hak Atas Tanah: Situasi di Indonesia

Indonesia masih menghadapi persoalan ketimpangan penguasaan tanah. Data Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukan bahwa tanah yang diketahui dimiliki perempuan hanya 15,88 persen dari 44 juta bidang (Mongabay.co.id, 2018). Tulisan ini disusun untuk mendorong pengakuan terhadap kepemilikan perempuan atas tanah serta pengakuan atas peran mereka dalam pengelolaan tanah dan sumber daya alam. Klik foto di bawah Selengkapnya tentangPerempuan Perdesaan dan Hak Atas Tanah: Situasi di Indonesia[…]

Belajar dari Proses Pra dan Paska Hutan Adat di Indonesia

Hutan Adat bukan lagi Hutan Negara! Penetapan hutan adat secara legal merupakan bagian dari upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mengembalikan hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alamnya sebagai bagian dari hak kewarganegaraan. Didukung FAO, Rimbawan Muda Indonesia bersama Koalisi Hutan Adat melakukan riset berjudul “Belajar dari Proses Pra dan Paca Penetapan Hutan Adat Selengkapnya tentangBelajar dari Proses Pra dan Paska Hutan Adat di Indonesia[…]

Towards a Meaningful Acceleration of Customary Forests

Research Dissemination on Pre and Post Recognition of Customary Forests in Indonesia Friday (30/11) RMI disseminated learnings of research on the recognition of customary forests to relevant stakeholders. The research supported by the Food and Agriculture Organization (FAO) has been carried out for the past year by RMI together with several members of Koalisi Hutan Selengkapnya tentangTowards a Meaningful Acceleration of Customary Forests[…]

Pembelajaran dari Proses Penetapan Hutan Adat di Indonesia

Jakarta, RMI – Selama periode Februari-Juni 2018 RMI melakukan riset tentang Proses Pra dan Pasca Penetapan Hutan Adat di Indonesia bekerjasama dengan Koalisi Hutan Adat. Koalisi Hutan Adat ini terdiri dari HuMa (Jakarta), YMP (Sulteng), Bantaya (Sulteng), AMAN Sulsel, LBBT (Kalbar), dan Qbar (Sumbar). Hasil riset yang didukung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) Selengkapnya tentangPembelajaran dari Proses Penetapan Hutan Adat di Indonesia[…]

RMI

Penetapan Hutan Adat Butuh Pembenahan Lebih Lanjut

Jakarta, RMI – Tercatat sudah 33 hutan adat yang ditetapkan oleh pemerintah pasca Putusan MK 35/PUU-X/2012 dengan luas 17.243,61 ha yang tersebar di 7 provinsi. Dengan demikian, rata-rata 11 hutan adat yang ditetapkan setiap tahunnya. Sejumlah hambatan masih ditemukan dalam proses penetapan hutan adat baik sebelum maupun setelah penetapan. Hal itu dikemukakan oleh Nia Ramdhaniaty, Selengkapnya tentangPenetapan Hutan Adat Butuh Pembenahan Lebih Lanjut[…]