Jadi dan Menjadi Masyarakat Adat: Suara Anak Muda Adat

“Bagaimana kamu memandang identitasmu sebagai masyarakat adat di masa kini, disaat modernisasi, terutama teknologi informasi dan digitalisasi telah semakin mengubah cara kita berinteraksi dengan lingkungan kita, dan lebih jauh telah mempengaruhi cara kita memandang sesuatu, termasuk kontribusi pada stigma yang melekat pada masyarakat adat dan mereka yang bergantung pada sumber daya alam? ” “Menurutmu apakah Selengkapnya tentangJadi dan Menjadi Masyarakat Adat: Suara Anak Muda Adat[…]

Being and Becoming Indigenous: Voice of Indigenous Youth

“How do you perceive your identity as being indigenous in present days, when modernization, especially information technology and digitalisation have further changed the way we interact with our surroundings, and have further influenced the way we see things, including to contribute to the stigma attached to indigenous communities and those depending on natural resources?” “Do Selengkapnya tentangBeing and Becoming Indigenous: Voice of Indigenous Youth[…]

THE ASPIRATION OF KASEPUHAN INDIGENOUS YOUTH IN RIUNGAN SABAKI XI

The presence of Kasepuhan indigenous youth in Riungan Gede (Grand Meeting) hosted by Indigenous People Union of Kasepuhan Banten Kidul (Kesatuan Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul—SABAKI) in 2019 was the first time ever happened in the history. It was the first time for Kasepuhan youths to contribute in advocating Kasepuhan indigenous people’s rights in riungan Selengkapnya tentangTHE ASPIRATION OF KASEPUHAN INDIGENOUS YOUTH IN RIUNGAN SABAKI XI[…]

ASPIRASI PEMUDA ADAT KASEPUHAN DALAM RIUNGAN SABAKI XI

Kehadiran generasi muda adat kasepuhan dalam Riungan Gede Kesatuan Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul (SABAKI) di tahun 2019 merupakan keterlibatan pemuda adat kasepuhan untuk pertama kalinya. Pasalnya sejak awal dibentuknya riungan SABAKI, baru di tahun ini—riungan kesebelas—kontribusi serta peran vital pemuda adat kasepuhan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat kasepuhan benar-benar diperhitungkan. Bertempat di Desa Citorek, Selengkapnya tentangASPIRASI PEMUDA ADAT KASEPUHAN DALAM RIUNGAN SABAKI XI[…]

Mengenali Perubahan Lingkungan, Nilai dan Aturan Adat Kasepuhan Pasir Eurih

Pada Jumat-Minggu, 14-16 Desember 2018 dilaksanakan Sekolah Lapang Hutan Adat (SLHA) Seri 2 di Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Peserta yang terlibat aktif dalam kegiatan ini adalah pemuda, tetua dan perempuan adat Kasepuhan Pasir Eurih. Selama tiga hari; peserta diajak untuk membuat peta partisipatif, perencanaan komunitas maupun mendapatkan beragam materi. Salah satu kegiatan SLHA Selengkapnya tentangMengenali Perubahan Lingkungan, Nilai dan Aturan Adat Kasepuhan Pasir Eurih[…]

Metode Pendidikan/Dokumentasi Adat ; Arumono Sagashi

Arumono-sagashi, terdiri dari dua kata yakni arumono dan sagashi. Secara literal, arti dari arumono adalah sesuatu yang ada/eksis dan sagashi adalah pencarian atau penggalian. Jika digabungkan, arumono sagashi berarti penggalian/ menggali sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan mencatatnya. Metode ini mengharuskan peserta untuk memotret menggunakan kamera atau hp, kemudian menuliskannya dengan memberi judul, penjelasan singkat, Selengkapnya tentangMetode Pendidikan/Dokumentasi Adat ; Arumono Sagashi[…]

RUU MASYARAKAT ADAT: KEBERLANGSUNGAN HIDUP BANGSA INDONESIA KE DEPAN

Jakarta-Lebih dari 15 organisasi masyarakat sipil yang peduli akan isu perempuan, lingkungan, masyarakat adat dan demokrasi berkumpul pada 1 Agustus 2018 di Jakarta untuk urun rembug mengenai substansi Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat (MA). Saat ini, RUU yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan para pendukungnya, masih dalam proses persetujuan di DPR. RUU ini Selengkapnya tentangRUU MASYARAKAT ADAT: KEBERLANGSUNGAN HIDUP BANGSA INDONESIA KE DEPAN[…]

Cerita Perubahan “Pemuda Kasepuhan Belajar Budidaya Lele”

Sindanglaya – Lebak, Bukan hanya baris kolot (sesepuh kasepuhan adat), entitas pemuda memainkan peranan penting dalam masyarakat adat Kasepuhan Pasir Eurih. Hal ini dapat kita lihat ketika Kasepuhan melangsungkan ritus atau perayaan adat. Misalnya pada saatacara rajaban (acara pengajian/doa bersama yang dilakukan pada bulan Rajab/Hijriah),untuk meringankan beban biaya dan mensukseskan acara para pemuda menginisiasi peggalangan Selengkapnya tentangCerita Perubahan “Pemuda Kasepuhan Belajar Budidaya Lele”[…]