Policy Brief RUU Masyarakat Adat

Jika mendengar istilah ‘Masyarakat Adat’, masyarakat umum akan merujuk kepada sekelompok orang yang tinggal di perkampungan mengenakan baju adat, dan kerajinan tangan “etnik” yang menjadi cindera mata saat berkunjung ke daerahnya. Seromantis dan sesederhana itukah? Terkait dengan definisinya dalam pandangan  semantik, normatif, dan politis, ada perdebatan panjang tentang apa dan siapa itu Masyarakat Adat. Namun Selengkapnya tentangPolicy Brief RUU Masyarakat Adat[…]

Siaran Pers Koalisi Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat “Kontribusi Masyarakat Adat untuk Indonesia”

[Jakarta, 25 Februari 2020] Tidak terbantahkan lagi bahwa Masyarakat Adat aktor utama penjaga kelestarian lingkungan hidup, juga telah memberikan kontribusi ekonomi. “Riset yang dilakukan AMAN (2018) menunjukan bahwa nilai ekonomi pengelolaan sumber daya alam (SDA) di enam wilayah adat menghasilkan Rp 159,21 miliar per tahun, dan nilai jasa lingkungan mencapai Rp 170,77 miliar per tahun, Selengkapnya tentangSiaran Pers Koalisi Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat “Kontribusi Masyarakat Adat untuk Indonesia”[…]

Pengusulan Bersama Penetapan Hutan Adat

Jakarta, Senin 05 November 2018. Perwakilan dari 20 Masyarakat Adat, didampingi oleh pemerintah daerah dan lembaga pendamping diterima langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dalam audiensi dan pengusulan bersama penetapan Hutan Adat. Salah satu komunitas Masyarakat Adat yang turut mengajukan usulan penetapan Hutan Adat mereka adalah masyarakat Kasepuhan Cibarani di Selengkapnya tentangPengusulan Bersama Penetapan Hutan Adat[…]

Seren taun Kasepuhan Cibarani ; “Munjung teh kudu ka Indung, Muja teh kudu ka Bapak”

Filosofi diatas mengajarkan kita akan pentingnya “rasa hormat kepada Ibu dan Bapak, kepada Bumi dan Langit”. Masyarakat adat Kasepuhan memiliki satu ritual khas terkait ungkapan rasa syukur terhadap bumi pertiwi, yup Seren taun. Hampir setiap kasepuhan mengadakan ritual tahunan yang disebut dengan seren taun termasuk Kasepuhan Cibarani. Bagi masyarakat adat Kasepuhan Cibarani, mengadakan seren taun Selengkapnya tentangSeren taun Kasepuhan Cibarani ; “Munjung teh kudu ka Indung, Muja teh kudu ka Bapak”[…]

BANDUNG DECLARATION 2018 – UNITED FOR LAND RIGHTS, PEACE AND JUSTICE

Adopted by the ILC 2018 Assembly of Members 1. We, Members of the International Land Coalition (ILC), on the 27th of September 2018, gathered in Bandung, Indonesia, for our Assembly of Members, following the Global Land Forum (GLF) under the kind hosting of the Government of the Republic of Indonesia and the Global Land Forum Selengkapnya tentangBANDUNG DECLARATION 2018 – UNITED FOR LAND RIGHTS, PEACE AND JUSTICE[…]

Siaran Pers ; Menjalin Benang Konstitusi Menuju Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia

Siaran Pers KOALISI MASYARAKAT SIPIL PENGAWAL RUU MASYARAKAT ADAT PEREMPUAN AMAN-JURNAL PEREMPUAN-KALYANAMITRA-DEBTWATCH INDONESIA-KEMITRAAN-LAKPESDAM-KOMNAS PEREMPUAN-AMAN-SAMDHANA INSTITUT-YLBHI-EKNAS WALHI-RIMBAWAN MUDA INDONESIA-SAWIT WATCH-MERDESA INSTITUT-KPA-PPMAN-LULUK ULIYAH-SATUNAMA-KOALISI PEREMPUAN INDONESIA-HUMA __________________________________________________________________________________ Menjalin Benang Konstitusi Menuju Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia Jakarta, 27 Agustus 2018 Amandemen UU 1945 menegaskan pengakuan negara terhadap keberadaan Masyarakat Adat, penegasan tersebut dapat dilihat dari Selengkapnya tentangSiaran Pers ; Menjalin Benang Konstitusi Menuju Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Indonesia[…]

Tiga Anak Muda SMN ikut acara RCYPM di Thailand

Penulis: Rahma Novianti (Koordinator SMN Regional Jawa) Editor: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge Management RMI) Tig anak muda  perwakilan Suara Muda Nusantara (SMN) Indonesia mengikuti acara Regional Children and Youth Patners Meeting (RCYPM) ke 4 di Tawan Resort, Rayong, Thailand pada tanggal 1-3 Desember 2017. Tiga anak muda tersebut ialah Rahma Novianti, Mutia Tria Ningsih, Meilinda Selengkapnya tentangTiga Anak Muda SMN ikut acara RCYPM di Thailand[…]

Ragam Edukasi Tradisional di Festival Hutan Adat

Penulis: Meilinda Amin (Ketua Relawan4life) Editor: Novytya A (Staff Knowledge Mangament RMI) R4L (Relawan4Life) ikut berpartisipasi dalam upaya menghidupkan kembali  ragam edukasi tradisional Kasepuhan dalam perlombaan di Festival Hutan Adat yang diselenggarakan di Cepak Situ, Kasepuhan Karang,Lebak dengan meramaikan acara, Minggu (17/12). R4L merupakan komunitas anak muda yang berfokus pada kegiatan mengenai isu lingkungan dan Selengkapnya tentangRagam Edukasi Tradisional di Festival Hutan Adat[…]

Menekan Biaya Produksi Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Alami

Penulis: Novytya Ariyanti (Staff Knowledge Management RMI) Berupaya meminimalisir pengeluaran biaya produksi kebun pekarangan, 20 petani Perempuan Kasepuhan Karang mengikuti pelatihan pembuatan pupuk alami di Kampung Cibangkala, Desa Jagaraksa, Lebak, Banten. Demikian diungkapkan ketua tani kebun pekarangan Perempuan Kasepuhan Karang, Erah, setelah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk alami, di rumahnya, Minggu (17/12). “Melalui pelatihan ini berharap Selengkapnya tentangMenekan Biaya Produksi Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Alami[…]

Perempuan Cirompang Ikut Pelatihan Pembuatan Bibit Lokal

Penulis: Novytya Ariyanti (Staff Knowledge Management) Jagaraksa-Perempuan Cirompang mengikuti pelatihan pembuatan bibit lokal dalam rangkaian acara Festival Hutan Adat di Kasepuhan Karang, Lebak, Banten. Dengan adanya pelatihan ini menjadi pemantik kembalinya Perempuan Cirompang untuk membentuk kebun kelompok perempuan, Minggu (17/12). Kebun kelompok Perempuan Cirompang telah terbentuk pada tahun 2016 melalui Program Peduli Fase II, akan Selengkapnya tentangPerempuan Cirompang Ikut Pelatihan Pembuatan Bibit Lokal[…]