Wejek Perempuan Kasepuhan Cirompang

Bu Tati dan Bu Njun dari Kasepuhan Cirompang mulai membuat jamu atau biasa disebut dengan wejek (sunda) sejak usia muda. Jamu/wejek adalah minuman obat tradisonal yang terbuat dari bahan – bahan alami atau bagian dari tetumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Pengetahuan lokal terkait tanaman/tumbuhan obat diteruskan secara turun temurun dari para Selengkapnya tentangWejek Perempuan Kasepuhan Cirompang[…]

Design Workshop of The ILC Asia Leadership Program (Workshop Desain Program Pelatihan Kepemimpinan ILC Asia)

Tagatay – Filipina,  International Land Coalition (ILC) mengadakan acara yang bertajuk “Design Workshop of The ILC Asia Leadership Program” pada tanggal 10 – 12 Mei 2018 dengan tujuan untuk menyusun draft/konsep pelatihan kepemimpinan pemuda di tingkat Asia.  Terdapat beberapa lembaga yang berpartisipasi pada acara ini selain Rimbawan Muda Indonesia (RMI). Dari Indonesia misalnya, ada Sajogyo Selengkapnya tentangDesign Workshop of The ILC Asia Leadership Program (Workshop Desain Program Pelatihan Kepemimpinan ILC Asia)[…]

CROSS LEARNING PROGRAM PEDULI PILAR ADAT 2018 ; Mengenal Teknik Fasilitasi dan Pengorganisasian Komunitas di Desa

  Pasir Eurih, RMIBOGOR.ID – Cross Learning Program Peduli kali ini mengusung tema “Mengenal Teknik Fasilitasi dan Pengorganisasian Komunitas di Desa” yang diadakan selama sepekan mulai tanggal 09 – 15 April 2018 di Kasepuhan Pasir Eurih Desa Sindanglaya, Lebak – Banten tepatnya di Gedung Aula PGRI Desa Sindanglaya. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan masyarakat Selengkapnya tentangCROSS LEARNING PROGRAM PEDULI PILAR ADAT 2018 ; Mengenal Teknik Fasilitasi dan Pengorganisasian Komunitas di Desa[…]

Research: the Portrait of Indigenous peoples’ Struggles for Sovereignty (Pre and Post Customary Forest Recognition by the State)

Rimbawan Muda Indonesia (RMI) – together with HuMa, QBAR Padang – West Sumatera, Lembaga Bela Banua  Talino (LBBT) – West Kalimantan, Yayasan Merah Putih (YMP) Central Sulawesi, Bantaya – Central Sulawesi, and AMAN South Sulawesi, conduct a study supported by the Food And Agriculture Organization (FAO) on hutan adat recognition process that have been undergone Selengkapnya tentangResearch: the Portrait of Indigenous peoples’ Struggles for Sovereignty (Pre and Post Customary Forest Recognition by the State)[…]

Petani Penggarap Ciwaluh-Cipeucang-Lengkong: Menuju Kemitraan Konservasi Bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Bogor, 25 April 2018. Upaya Kemitraan Konservasi sedang dijajaki oleh petani penggarap Kampung Ciwaluh dan Lengkong, Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, dan petani Kampung Cipeucang Desa Pasir Buncir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, dengan pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Senin (23/4), hujan yang turun tanpa henti sejak malam hari, tidak menjadi hambatan bagi masyarakat Selengkapnya tentangPetani Penggarap Ciwaluh-Cipeucang-Lengkong: Menuju Kemitraan Konservasi Bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)[…]

Memaknai Pendidikan Kritis untuk Para Penggerak Lokal: Pembelajaran dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh RMI

“Keberadaan LSM di suatu daerah tidak untuk waktu selamanya. Kalangan yang bekerja sebagai penggiat sosial perlu menyadari bahwa salah satu indikator keberhasilan program pemberdayaan masyarakat adalah apabila kita sudah bisa meninggalkan lokasi pendampingan dikarenakan keadaaan masyarakatnya yang sudah mampu menyelesaikan persoalan-persoalannya secara mandiri, baik dan benar. Menumbuhkan penggerak lokal merupakan salah satu prioritas pemberdayaan masyarakat”. Selengkapnya tentangMemaknai Pendidikan Kritis untuk Para Penggerak Lokal: Pembelajaran dari Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh RMI[…]

Menata Kembali Kelompok Perempuan Cirompang

Banyak anggota masyarakat terjebak pada wadah yang namanya berkelompok dan kehilangan makna saat berada di dalamnya. Tidak jarang juga masyarakat hanya sekedar berkumpul tanpa tahu mau apa dan kenapa berada di dalam wadah yang namanya kelompok tersebut. Sehingga, pada akhirnya, mereka tidak menemukan persoalan-persoalan mendasar yang mereka hadapi yang pada akhirnya juga tidak merubah kondisi Selengkapnya tentangMenata Kembali Kelompok Perempuan Cirompang[…]

Cerita Perubahan “KAMI PAMUDA ADAT”

Desember 2016 menjadi berkah bagi masyarakat adat yang mendapatkan pengakuan penetapan Hutan Adat oleh Presiden Jokowi. Ada 9 (sembilan) lokasi yang telah ditetapkan pemerintah menjadi hutan adat termasuk Hutan Adat Kasepuhan Karang. Dua hal penting harapan masyarakat atas penetapan hutan adatnya adalah adanya rasa aman ketika mengelola hasil hutannya dan sebagai hutan titipan yang harus Selengkapnya tentangCerita Perubahan “KAMI PAMUDA ADAT”[…]

RISET ; Potret Perjuangan Masyarakat Adat untuk Kedaulatan (Pra dan Pasca Penetapan Hutan Adat oleh Negara)

Dalam pidato pembukaan Konferensi  Tenurial 2017, Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pemerataan ekonomi dan keadilan sosial. Disebutkan 12,7 (dua belas koma tujuh) juta hektar area di dalam kawasan hutan negara akan diberikan hak kelolanya kepada masyarakat melalui beragam skema Perhutanan Sosial Selengkapnya tentangRISET ; Potret Perjuangan Masyarakat Adat untuk Kedaulatan (Pra dan Pasca Penetapan Hutan Adat oleh Negara)[…]

FESTIVAL HUTAN ADAT

Festival ini secara khusus akan menggaris-bawahi partisipasi generasi muda dalam pengelolaan hutan adat—untuk secara nyata memastikan terwujudnya jargon keberlanjutan “titipan anak incu” yang harus dimulai sejak hari ini. Pada kesempatan festival ini pula, diskusi tentang perempuan dan pengelolaan sumber daya alam akan dilaksanakan untuk member pemahaman kepada pengambil kebijakan dan masyarakat bahwa keterlibatan perempuan menjadi Selengkapnya tentangFESTIVAL HUTAN ADAT[…]