Nyoreang Alam Ka Tukang
Nyawang Anu Bakal datang

FOKUS KAMI

Jender dan Pengelolaan SDA

Hal ini tidak hanya tentang perempuan dan pengelolaan SDA. Ini adalah tentang kita Semua.

Regenerasi Pengelolaan SDA

Pemuda sebagai generasi. Pemuda sebagai transisi. Pemuda sebagai pencipta.

Kepemimpinan Perempuan dan Pemuda dalam PSDA

Pemimpin boleh satu, namun kepemimpinan harus dimiliki semua orang, termasuk perempuan dan pemuda, untuk pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan berkeadilan.

Ekonomi Kerakyatan

Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Kedaulatan ekonomi bukan hanya tentang kebutuhan dan keinginan yang terpenuhi.

Kebijakan Pengelolaan SDA yang Inklusif

Kebijakan, seperti kata dasarnya "bijak", semestinya memunculkan kebaikan. Apakah kebijakan dalam pengelolaan sumber daya alam sudah dapat memunculkan rasa keadilan dalam masyarakat?

KABAR TERKINI

“Perempuan” or “Wanita: The Meaning of Struggle Behind a Word

Today, we are celebrating the International Women’s Day (Hari Perempuan Internasional) that is commemorated on the 8th of March on each year. Why is the word ‘perempuan’ is used instead of ‘wanita’ in this commemoration and several other social movements? On a daily basis, the words ‘perempuan’ and ‘wanita’ are…

Perempuan atau Wanita? Makna Perjuangan di Balik Kata

Hari ini, kita menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada 8 Maret setiap tahunnya. Kenapa dalam peringatan ini dan juga dalam berbagai gerakan sosial kata yang digunakan adalah ‘perempuan’ dan bukan ‘wanita’? Dalam keseharian, kata ‘wanita’ dan ‘perempuan’ sering dipakai saling menggantikan dan memiliki pengertian yang relatif sama. Namun dalam…

TNGHS Siap Bekerjasama Dengan Masyarakat Kasepuhan Mengelola Hutan Adat

LEBAK-Sabtu (02/03/19), Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan Adat Kasepuhan Pasir Eurih sudah ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL). Hal tersebut disampaikan secara implisit oleh Kepala Sub Direktorat Hutan Adat, Prasetyo Nugroho. “Berkas-berkas Masyarakat Pasir Eurih sudah ada di meja Jaro (Kepala Desa) Jaku, silakan menghubungi Pak…

Hutan Adat Kasepuhan Cirompang dan Kasepuhan Pasir Eurih Sudah Ditetapkan

LEBAK-Minggu (03/03/18) Tujuh Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan Adat sudah ditandatangani Diretur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan atas nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan Menteri LHK, Ibu Siti Nurbaya ke acara Riungan Gede Satuan Adat Banten Kidul (SABAKI) XI di Kasepuhan Citorek, Kecamatan…

PUBLIKASI

Lembar Fakta & Infografis

Siaran Pers

Kertas Kebijakan

Buku

Produk Hukum Terkait

TENTANG KAMI

The Indonesian Institute for Forest and Environment

RMI-The Indonesian Institute for Forest and Environment adalah sebuah organisasi nirlaba independen yang memfokuskan diri pada isu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup lestari berbasis masyarakat. Organisasi ini didirikan di Bogor pada 18 September 1992 dan terdaftar secara resmi di DepKumHam tahun 2012. Untuk mencapai visinya, RMI melakukan program di tingkat pemerintah lokal dan nasional juga berjejaring dengan berbagai organisasi di berbagai tingkat hingga internasional. Program-program RMI dijalankan melalui seri aktivitas pengorganisasian masyarakat, riset aksi, kampanye publik, advokasi kebijakan dan pengembangan wirausaha agraria berbasis keanekaragaman hayati dan budaya lokal.

Dalam mencapai visinya, RMI menekankan pada terwujudnya keadilan jender dalam pengelolaan sumber daya alam, serta terencananya reproduksi sosial dan regenerasi pengelolaan sumber daya alam.

 

FOTO

Yuk ikutan !!!

Yuk ikutan !!!

DUKUNG KAMI

Kedai Halimun
Relawan
Magang
DONASI

HUBUNGI KAMI

KERJA RMI

Pengorganisasian Masyarakat

Kesadaran kritis dan keputusan pengelolaan SDA

Pengelolaan Pengetahuan

Pengelolaan database, riset dan publikasi

Kampanye Publik

Penggalangan dukungan publik untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat

Advokasi Kebijakan

Advokasi kebijakan berbasis situasi lapangan