29 Januari 2019

Ekonomi Kerakyatan

Indonesia sejak dahulu adalah bangsa yang majemuk dan memiliki komunalitas yang tinggi. Masyarakat adat sebagai pembentuk bangsa ini misalnya, melandaskan kehidupan mereka pada prinsip-prinsip komunal selain juga mengakui adanya hak-hak individu anggotanya, karena itu dikenal tanah komunal selain juga pewarisan harta secara individu dalam masyarakat adat Indonesia. Namun seiring perkembangan ekonomi dunia, nilai-nilai komunalitas kini mulai tergeser oleh individualisme dan semangat kompetitif yang menjauhkan individu satu dengan lainnya, termasuk dalam aspek pengelolaan sumber daya alam yang menjadi penyangga kehidupan bangsa ini.

RMI bekerja untuk mendorong semangat komunal dalam perekonomian terus hidup demi mewujudkan sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pendampingan ekonomi yang dilaksanakan bersamaan dengan berbagai pendidikan kritis mengenai inklusivitas, komunalitas, prinsip-prinsip akuntabilitas dan pendidikan koperasi menjadi alat untuk memperkuat semangat ekonomi kerakyatan. Artinya, pertumbuhan ekonomi harus tumbuh secara kolektif dan bermanfaat secara merata, bukan hanya bermanfaat bagi individu-individu tertentu.

Sejauh mana sesungguhnya Anda mengenal ekonomi kerakyatan vis a vis koperasi yang adalah pilar utama ekonomi nasional (tapi tidak jadi bagian kurikulum pendidikan nasional) itu?

Menuju Ekonomi Mandiri, Kasepuhan Pasir Eurih Tentukan Produk Unggulan

Menggali potensi lokal menuju kemandirian desa saat ini tengah digalakkan oleh masyarakat adat Kasepuhan Pasir Eurih. Para pemuda, perempuan, dan …

Koperasi Jayasana Desa Cibarani Ganti Pengurus

LEBAK-(22/03/2019) Masyarakat adalah poros penggerak kemajuan suatu desa. Kesadaran ini tengah terlihat pada masyarakat Kasepuhan Cibarani yang berdiam di Desa …

Koperasi Selamatkan Hak Tenurial Masyarakat Adat

Koperasi Kasepuhan Jagaraksa Mandiri, yang berada di Kasepuhan Karang, Desa Jagaraksa, Kab. Lebak, Banten, mulai menunjukkan perannya sebagai lembaga keuangan …