29 Januari 2019

Kepemimpinan Perempuan dan Pemuda dalam PSDA

Kita semua pernah merasa tidak nyaman dengan keputusan pimpinan baik dalam masyarakat, organisasi, pekerjaan, maupun keluarga. Ketidak-nyamanan atau bahkan ketidak-setujuan adalah hal yang wajar mengingat proses dan pemahaman yang berbeda dari masing-masing individu. Ketidak-nyamanan/ketidak-setujuan pada keputusan pemimpin ini menunjukkan dengan jelas bagaimana kepemimpinan hadir melalui setiap individu, bahwa tiap-tiap individu dapat memiliki penilaiannya dan dapat memutuskan sendiri.

Sebagai langkah afirmatif pengelolaan sumber daya alam yang menjangkau lebih banyak aspek, peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan dan pemuda di tingkat individu menjadi strategi utama RMI. Dari pengalaman bekerja sejak 1992, RMI belajar bahwa perempuan dan pemuda memiliki aspirasi, kebutuhan dan pengetahuan khas yang seringkali diabaikan dalam sektor sumber daya alam. Untuk itu, upaya khusus mendorong kepemimpinan inklusif, misalnya melalui Sekolah Lapang Perempuan, Sekolah Lapang Pemuda, Kursus Singkat Pemimpin Muda untuk Perubahan Sosial dan Lingkungan, Pelatihan Jender dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sekolah Hutan Adat diadakan untuk memperkuat kepemimpinan mereka, selain tetap memberi ruang untuk anggota masyarakat lainnya.

Harapannya, akan muncul lebih banyak perempuan dan pemuda yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang inklusif dalam pengelolaan sumber daya alam lokal mereka sehingga bersama dengan anggota masyarakat lainnya akan mengkatalisasi perubahan sosial dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan berkeadilan oleh masyarakat.

Sudah inklusifkah kepemimpinan di kelompok/organisasimu?

Perempuan dan Sumber Daya Alam

Pada 21 April setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Kartini. Hari besar ini dirayakan bersamaan dengan hari kelahiran seorang pahlawan nasional …

Koperasi Jayasana Desa Cibarani Ganti Pengurus

LEBAK-(22/03/2019) Masyarakat adalah poros penggerak kemajuan suatu desa. Kesadaran ini tengah terlihat pada masyarakat Kasepuhan Cibarani yang berdiam di Desa …

“Perempuan” or “Wanita: The Meaning of Struggle Behind a Word

Today, we are celebrating the International Women’s Day (Hari Perempuan Internasional) that is commemorated on the 8th of March on …