Kabar Terbaru

SEKOLAH PENGGERAK MASYARAKAT DI KIARASARI

Kali ketiga Sekolah Penggerak Masyarakat (SPM) diadakan pada 4 – 6 Februari 2015. Giliran Desa Kiarasari yang menjadi tuan rumah SPM bertema “Memperkuat Peran Penggerak Masyarakat Dalam Mendorong Perjuangan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Hak Asasi Manusia”. Ada 25 peserta yang hadir, perwakilan dari Desa Nanggung, Cirompang, Wanasari, Mekarsari dan  Nyungcung.

“Bagi warga Kiarasari, kearifan lokal yang biasa dilakukan orang tua dulu selalu dijaga dan dipakai dalam kegiatan sehari-hari, contohnya ada pamali berupa omongan untuk pantangan terhadap sesuatu” kata Bapak Nurodin, Kepala Desa Kiarasari dalam sambutannya.

spmAdit dari Protection International sebagai narasumber menjelaskan tentang Hak Asasi Manusia setelah memutar film pendek ‘Kenali Hak-hak Kita’ yang menceritakan 30 hak sebagai warga negara. Lalu diputarkan film ‘Burning Season’ berkisah tentang pengorganisasian masyarakat di Brazil.

“Ingat saat demo lahan HGU, perempuan yang maju duluan, posisi di kebun untuk menghadang polisi” komentar Ibu Eroh dari Desa Nanggung. “Jadi makin sangat bersemangat untuk berjuang mempertahankan hak atas tanah” kata Teh Nia dari Desa Curugbitung.

“Memang ada resiko dalam perjuangan HAM, yang terpenting bagaimana bisa meminimalisir resiko tersebut” kata Adit. Seperti dalam gambar sketsa, sungai bisa menimbulkan resiko banjir, gunung bisa menimbulkan resiko meletus, rumah bisa terbakar. Ketika paham akan kelemahan, kapasitas dan ancaman yang dimiliki maka kelemahan dan ancaman bisa menjadi kekuatan.

Kemudian peserta membagi dalam dua kelompok untuk menyusun perencanaan lapangan untuk menangani kasus. Kelompok Lebak mengambil kasus tata batas dengan Taman Nasional sedangkan Kelompok Bogor mengambil kasus lahan HGU.

Indra dari RMI sebagai fasilitator menjelaskan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yaitu sketsa desa, kalender musim, aktivitas harian dan transek. Peserta membagi menjadi empat kelompok untuk melakukan wawancara dan diskusi dengan masyarakat menggunakan metode PRA tersebut. Lalu tiap kelompok mempresentasikan hasilnya.

 

Ditulis Oleh: Ratnasari

Sumber: Mahmudin

Recent News

3
Sekelumit Cerita dari Teh Jarsih bersama Kelompok Lodong dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kasepuhan Cibarani
DSCF2674_15_11zon
Acara Puncak dan Penutupan Festival Pare Ketan 2023
DSCF2287_21_11zon
Batur Ngawangkong #2: Refleksi dan Rekomendasi dari Forum KAWAL
DSCF2060_1_11zon
Batur Ngawangkong #1: Peningkatan Kapasitas Forum KAWAL di Festival Pare Ketan 2023
DSCF1848_16_11zon
Pembukaan Festival Pare Ketan 2023
4
Jalan Panjang Perjuangan Atas Hak Pengakuan Hutan Adat Kasepuhan Cibedug 
1
Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Hutan: Perhutanan Sosial di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
4-4
Fina, Partisipan Perempuan Baru Forum KAWAL
1-2
Refleksi Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo dari Pelatihan Kepemimpinan 3 Kampung Katong
image-7
Pertemuan Kampung: Ngaji SK Penetapan Hutan Adat Wewengkon Kasepuhan Cibedug
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram