Kabar Terbaru

Koperasi Selamatkan Hak Tenurial Masyarakat Adat

Diskusi dengan para pengurus dan peminjam dana (penerima manfaat unit usaha simpan-pinjam) Koperasi Kasepuhan Jagaraksa Mandiri dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) koperasi; 22-24 Januari 2019.

Koperasi Kasepuhan Jagaraksa Mandiri, yang berada di Kasepuhan Karang, Desa Jagaraksa, Kab. Lebak, Banten, mulai menunjukkan perannya sebagai lembaga keuangan mikro di tingkat desa. Di tengah masyarakat yang kesulitan mengakses keuangan, koperasi ini hadir menjembatani persoalan tersebut. Saat ini Koperasi Kasepuhan Jagaraksa Mandiri mengembangkan unit usaha simpan-pinjam.

Keberadaan koperasi mampu menyelamatkan hak tenurial Masyarakat Adat Kasepuhan Karang dari tangan pemilik modal. Hal itu terlihat pada tujuh orang anggota yang meminjam ke koperasi yang dananya digunakan untuk menebus sawah yang digadaikan ke pihak lain. Dengan ditebusnya sawah tersebut hak garap kembali kepada pemilik.

Keberadaan koperasi juga membantu masyarakat menghindari hilangnya hak garap dari pemilik modal. Dengan menyertakan Risalah Tanah, dan sejumlah syarat administrasi ringan lainnya, peminjam sudah bisa mengakses pinjaman tanpa harus menggadaikan lahan dan hak garapnya masih tetap dimiliki oleh pemilik lahan.

Disamping membantu mengamankan hak tenurial masyarakat di atas, keberadaan koperasi juga mampu meringankan beban masyarakat dalam mengembalikan pinjamannya. Sistem pembayaran pinjaman di koperasi ini bisa dalam bentuk hasil panen (gabah) yang dicicil setiap kali panen dengan waktu yang telah disepakati antara anggota dengan koperasi. Rencana ke depan komoditas lainnya seperti hasil kebun (durian, manggis, pisang dll) juga bisa dipergunakan sebagai alat pembayaran cicilan pinjaman.

Menggadaikan sawah dan kebun jamak terjadi di masyarakat, termasuk Masyarakat Adat Kasepuhan Karang. Ketiadaan lembaga ekonomi lokal yang mampu membantu masyarakat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kehilangan hak garap adalah resiko terbesar yang dialami masyarakat ketika menggadaikan sawah dan kebunnya. Dengan adanya koperasi sebagai lembaga keuangan mikro, hak tenurial dan akses ke tanah bisa diselamatkan. (YA)

Recent News

WhatsApp Image 2022-08-24 at 08.07
Toben Lango Belen Lewo Waibalun Larantuka
25
Belajar bareng di Green Camp 2022
19
SPORA Batch V: Menumbuhkan Keresahan dan Refleksi Generasi Muda dalam Menyelami Persoalan Sosial-Lingkungan
Pengumuman SPORA
Pengumuman Seleksi – SPORA Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 5)
WhatsApp Image 2022-07-07 at 4.20
Pendaftaran Beasiswa SPORA (Batch V) – Kursus Singkat Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial
DSCF4324
Upaya Mengenali Diri dan Kaitannya dengan Kepemimpinan Pribadi
44
Kolaborasi Pengelolaan Lahan Antara Masyarakat Adat Baduy Dengan Masyarakat Lokal Di Kawasan Hutan
Loker CO 2022
Lowongan Kerja Staf Pengorganisasian Masyarakat (Community Organizer)
35
Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui kopi
Screenshot 2022-03-05 105826
Sekolah Kaki Gunung (SKG) Bekal Generasi Muda dalam Merespon Persoalan Sosial, Lingkungan, dan Agraria
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram