Coffee Picnic: Panen Buah Musim Lalu

Tali Bambu merupakan kelompok pemuda di Kampung Ciwaluh, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Bogor. Kelompok ini telah melakukan pengembangan ekowisata lebih dari 1 tahun, dengan memperkenalkan potensi-potensi sumber daya alam, seperti air terjun Ciawitali (lihat artikel RMI; Curug Ciawalitali, Daya Tarik Ekowisata Ciwaluh), tanaman kapulaga, kumis kucing dan kopi. Salah satu bentuk kegiatan yang mereka lakukan Selengkapnya tentangCoffee Picnic: Panen Buah Musim Lalu[…]

Belajar Bersama Petani Nanggung

BOGOR-“Dulu kami takut masuk ke lahan perkebunan PT Hevindo, tapi sekarang kami bisa garap lahannya” demikian diungkapkan para petani dari Kecamatan Nanggung yang berkumpul di Majelis Kampung Siranggap-Desa Nanggung pada 24 Februari 2016. Ada sekitar 30 petani perempuan dan laki-laki berkumpul, ditambah perwakilan dari ILC Secretariat dan organisasi mitra ILC (International Land Coalition) yang mendukung Selengkapnya tentangBelajar Bersama Petani Nanggung[…]

Short courseShort course

Relawan Lingkungan Untuk Perubahan Sosial Sejak pendiriannya di tahun 1992, RMI belajar dan bekerja bersama banyak mahasiswa. Melalui berbagai program seperti Pendidikan Lingkungan Hidup, Riset Aksi, Pengorganisasian Masyarakat dan Kampanye-kampanye lingkungan, RMI memandang generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai komponen penting dalam mendukung kerja-kerja sosial dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan, akan memberikan dampak positif Selengkapnya tentangShort courseShort course[…]

Satu Tahun Perjalanan Kelompok Perempuan Cirompang

[Cirompang, 07 Januari 2016] Satu tahun sudah para perempuan Cirompang berkegiatan dalam kelompok. Berawal dari kesulitan mereka mendapatkan sayur-mayur untuk memasak sehari-hari, kelompok ini berinisiatif untuk menanam sayuran secara kolektif untuk memenuhi kebutuhan sayur di desa mereka. “Di sini hampir gak ada yang khusus menanam sayur, tukang sayur juga jarang,” ujar Ina Winasih, Ketua Kelompok Selengkapnya tentangSatu Tahun Perjalanan Kelompok Perempuan Cirompang[…]

“Pendekatan Berbasis Hak Anak dan Implementasinya”

Kuliah Singkat kali ini membahas tentang pendekatan berbasis hak anak dengan narasumber Bambang ‘Kirik’ Ertanto (TAF). Sekitar 25 orang mengikuti acara yang diselenggarakan di kantor RMI pada 10 November 2015. Mardha Tillah (RMI) sebagai moderator membuka dengan memperkenalkan narasumber yang telah memiliki pengalaman panjang dalam bekerja bersama anak dan mengorganisir komunitas anak. “Sebelum bergabung dengan Selengkapnya tentang“Pendekatan Berbasis Hak Anak dan Implementasinya”[…]

Unpak Melatih Guru PAUD dan Guru SD Kelas Rendah di Caringin Bogor

Unpak – Berawal dari observasi sejumlah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Progran Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor terhadap banyaknya anak usia dini yang memilih tidak bersekolah daripada bersekolah di Desa Cigombong, Kecamatan Caringin, Bogor Jawa Barat. Kegiatan ini mendorong para mahasiswa untuk melakukan pelatihan guru Pendidikan Anak Usia Dini Selengkapnya tentangUnpak Melatih Guru PAUD dan Guru SD Kelas Rendah di Caringin Bogor[…]

Petani di Kaki Gunung Pangrango Peta-kan Lahan GarapanPetani di Kaki Gunung Pangrango Peta-kan Lahan Garapan

Hendra sudah bersiap dengan pakaian yang biasa ia kenakan ke kebun. Kemeja lusuh, dengan beberapa tambalan.  Topi rimba, dengan tas ransel yang talinya banyak yang putus, beberapa bagian kainnya sudah mengelupas, serta resleting yang tidak lagi berfungsi dengan baik. Celana kain yang ujungnya dimasukkan kedalam sepatu karet, sepatu boot. Golok yang terikat dengan tali plastik, Selengkapnya tentangPetani di Kaki Gunung Pangrango Peta-kan Lahan GarapanPetani di Kaki Gunung Pangrango Peta-kan Lahan Garapan[…]

Pemantapan Wilayah untuk Penegasan Hak!

“Kum sadayana,

 Hatur nuhun ka para karuhun”

Olot Dalim membuka acara.

_MG_6948 (FILEminimizer)Perwakilan 33 komunitas dari Kesatuan Adat Banten Kidul, berkumpul di Kasepuhan Cibadak, Desa Warung Banten, Lebak. Selama dua hari, 10-11 April, para perwakilan kasepuhan berdiskusi tentang wilayah adat sebagai bahan untuk penguatan hak-hak masyarakat adat di wilayah Kesatuan Adat Banten Kidul. Hadir dalam riungan ini juga adalah organisasi-organisasi pendamping untuk pengakuan masyarakat adat Kasepuhan: Rimbawan Muda Indonesia (RMI), Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Epistema Institute dan Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN). Organisasi terakhir adalah organisasi jaringan dimana masyarakat Kasepuhan menjadi anggota di dalamnya. […]

Pelatihan Fasilitator di Banyumas, Jawa Tengah

pfSekitar 44 peserta mengikuti pelatihan fasilitator pada 16-23 Maret 2015 di Desa Windu Jaya, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Peserta merupakan perwakilan dari lembaga mitra program peduli yang didukung Kemitraan di 15 propinsi. Perwakilan dari RMI yaitu Eman Sulaeman dan Mahmudin.

Materi pelatihan membahas mengenai masyarakat adat dan desa, eksklusi sosial, data dan pembangunan desa, pendampingan masyarakat, analisa sosial, strategi advokasi, MIS dan strategi komunikasi publik. Selain materi dalam kelas, ada praktek penggalian data-data dengan PRA dan ansos, aksi penanaman pohon keras di sekitar Kawasan Gunung Slamet dan presentasi hasil analisis peserta di 7 desa. […]

Pelatihan Menulis Bagi Komunitas

Masyarakat dari Kampung Cibangkala, Kapudang, Cilunglum, Warung Pojok, Karang dan Kampung Cikadu mengikuti pelatihan menulis pada 25-26 Februari 2015 di aula kantor Desa Jagaraksa. Ada 34 orang (24 laki-laki dan 10 perempuan) mengikuti pelatihan. Kegiatan yang sama juga dilakukan di Desa Cirompang pada 27 Februari 2015 melibatkan 17 orang (4 laki-laki, 13 perempuan). Narasumber pelatihan adalah Nia Ramdhaniaty (Direktur Eksekutif RMI) dan Rojak Nurhawan (Manajer Pemberdayaan Masyarakat RMI). Sedangkan fasilitatornya Sahdi Sutisna (Pemberdayaan Masyarakat RMI).

“Berawal dari menulis, jika diniatkan untuk membangun desa ke arah yang lebih baik pasti bisa membuat masyarakatnya lebih sejahtera” kata Sahdi Sutisna yang biasa dipanggil Kang Aji dalam pengantarnya.

menulis3Nia mengajak peserta untuk coba menuliskan tentang kampungnya masing-masing. “Jangan takut salah, kita belajar bersama-sama. Lagipula cerita tentang kampung di sini, hanya bapak ibu yang benar-benar paham”. Cerita tentang sejarah kampung, kegiatan masyarakat, persoalan yang dihadapi warga kampung ataupun harapan kampung di masa depan bisa dituliskan oleh peserta pelatihan.

Peserta belajar tahap menyusun tulisan dan teknik mencari informasi. Informasi bisa didapatkan dari wawancara, sensus, mengumpulkan informasi dari koran dan lain sebagainya. Rojak menegaskan, “Tentukan lebih dulu kerangka tulisan agar mudah dalam merangkai informasi yang didapat menjadi tulisan. Setelah ada draf tulisan, baca ulang, lalu revisi dan perbaiki lagi”. […]