Field Visit Kasepuhan Karang: Exchange Learning on the Struggle of Indigenous Peoples in Obtaining and Managing Customary Forest

LEBAK- Sixteen participants consisting of activists; indigenous young leaders; observers of Indigenous Peoples issues, natural resource management, and environmental justice from 15 countries together with local communities, learn and exchange knowledge as a form of support to the management of customary forests by Kasepuhan Karang in Jagaraksa Village, Lebak Regency, Banten on September 21-23 2018. Selengkapnya tentangField Visit Kasepuhan Karang: Exchange Learning on the Struggle of Indigenous Peoples in Obtaining and Managing Customary Forest[…]

Field Visit Kasepuhan Karang: Pertukaran Pembelajaran mengenai Perjuangan Masyarakat Adat Memperoleh dan Mengelola Hutan Adat

LEBAK- Enam belas peserta yang terdiri dari aktivis; pemimpin muda adat; pemerhati isu masyarakat adat, pengelolaan sumber daya alam, dan keadilan lingkungan dari 15 negara bersama-sama dengan masyarakat lokal, belajar dan saling bertukar pengetahuan mendukung pengelolaan hutan adat oleh Kasepuhan Karang di Desa Jagaraksa, Kabupaten Lebak, Banten pada tanggal 21-23 September 2018. Hutan adat Kasepuhan Selengkapnya tentangField Visit Kasepuhan Karang: Pertukaran Pembelajaran mengenai Perjuangan Masyarakat Adat Memperoleh dan Mengelola Hutan Adat[…]

Pengumuman Seleksi – Peserta Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 2)

Antusiasme kaum muda akan permasalahan lingkungan dan perubahan sosial nampak dalam banyaknya pendaftar Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial Batch ke-2 yang melebihi jumlah pendaftar pada batch pertama tahun 2016 lalu. Setelah melalui proses seleksi, dari total 47 pendaftar telah dipilih 20 orang yang berhak mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kegiatan ini. Berikut hasil seleksi tersebut: Martina Fandasari – Selengkapnya tentangPengumuman Seleksi – Peserta Short Course Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 2)[…]

Short Course – Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 2)

RMI adalah sebuah organisasi pergerakan yang memandang generasi muda, khususnya mahasiswa/i sebagai aspek penting dalam mendukung kerja-kerja sosial dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa/i sebagai agen perubahan, akan memberikan dampak positif yang signifikan apabila peran aktifnya dapat disalurkan melalui berbagai program yang langsung berhubungan dengan masalah sosial dan lingkungan. Pada tahun 2018 ini, RMI bermaksud untuk mengadakan Selengkapnya tentangShort Course – Relawan Lingkungan untuk Perubahan Sosial (Batch 2)[…]

Tiga Anak Muda SMN ikut acara RCYPM di Thailand

Penulis: Rahma Novianti (Koordinator SMN Regional Jawa) Editor: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge Management RMI) Tig anak muda  perwakilan Suara Muda Nusantara (SMN) Indonesia mengikuti acara Regional Children and Youth Patners Meeting (RCYPM) ke 4 di Tawan Resort, Rayong, Thailand pada tanggal 1-3 Desember 2017. Tiga anak muda tersebut ialah Rahma Novianti, Mutia Tria Ningsih, Meilinda Selengkapnya tentangTiga Anak Muda SMN ikut acara RCYPM di Thailand[…]

Ekowisata Hutan Adat Kasepuhan Karang

Penulis: Novytya Ariyanti (Staf Knowledge Management RMI) Cepak situ menjadi kawasan ekowisata Kasepuhan Karang, Lebak, Banten. Di mana ekowisata ini yang merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemuda adat  dalam menjaga dan mengelola hutan adat. Demikian ditegaskan, Kepala Desa Jagaraksa, Jaro Wahid, (Sabtu, 14/10). “Cepak Situ  ini masuk dalam kawasan hutan titipan,  yang berarti  hutan Selengkapnya tentangEkowisata Hutan Adat Kasepuhan Karang[…]

Pertemuan Nasional Jaringan Suara Muda Nusantara

Bogor- Perwakilan anggota Suara Muda Nusantara (SMN) dan lembaga pendamping melakukan pertemuan nasional pada tanggal 18-21 Agustus 2017 di Bogor. Demikian ditegaskan oleh  Koordinator Proyek SMN, Indra N Hatasura, Rabu (20/09). Indra menjelaskan bahwa Suara Muda Nusantara (SMN) adalah sebuah jaringan kelompok anak dan pemuda Indonesia yang memperjuangkan hak-hak anak.  SMN ini diinisiasi oleh beberapa Selengkapnya tentangPertemuan Nasional Jaringan Suara Muda Nusantara[…]

Tunjukkan Perempuan Pejuang Panganmu

Perempuan memegang peranan besar dalam rantai produksi pangan Indonesia, namun luput dari pengakuan dan penghargaan terhadap hasil kerjanya dalam sektor pangan. Data dari World Watch Institute (2013) menyatakan bahwa hanya 5% dari 1,6 milyar perempuan petani di dunia yang mendapatkan penyuluhan. Padahal 50% pangan dunia dihasilkan oleh perempuan (FAO, 2010), termasuk yang berasal dari pesisir. Selengkapnya tentangTunjukkan Perempuan Pejuang Panganmu[…]