Nasib Anak di Tengah Himpitan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Global

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan tumbuh dengan baik.  Nyatanya anak-anak pula yang selalu menjadi pihak yang dikorbankan dalam rancangan pembangunan ekonomi.  Ruang pendidikan, kesehatan yang seharusnya mereka dapatkan seringkali tak mampu tepenuhi karena minimnya ekonomi orangtua, khususnya di pedesaan.  Atas nama pembangunan dan percepatan ekonomi, lahan-lahan pertanian dan kebun masyarakat yang sedianya dipersiapkan untuk “tabungan” pendidikan anak dan kesehatan keluarga, dipaksa dijual kepada pihak investor.  Padahal Indonesia menjamin setiap anak mendapatkan kesejahteraan yang layak, seperti yang tercantum dalam UU No. 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak.  Tidak hanya itu, Indonesia pun turut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) yang ditandai dengan lahirnya Keputusan Presiden No. 36/1990 tertanggal 25 Agustus 1990.  Perjalanan ratifikasi KHA tersebut hampir mencapai 13 tahun.  Namun bagaimana pelaksanaannya di lapangan?

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan tumbuh dengan baik.  Nyatanya anak-anak pula yang selalu menjadi pihak yang dikorbankan dalam rancangan pembangunan ekonomi.  Ruang pendidikan, kesehatan yang seharusnya mereka dapatkan seringkali tak mampu tepenuhi karena minimnya ekonomi orangtua, khususnya di pedesaan.  Atas nama pembangunan dan percepatan ekonomi, lahan-lahan pertanian dan kebun masyarakat yang sedianya dipersiapkan untuk “tabungan” pendidikan anak dan kesehatan keluarga, dipaksa dijual kepada pihak investor.  Padahal Indonesia menjamin setiap anak mendapatkan kesejahteraan yang layak, seperti yang tercantum dalam UU No. 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak.  Tidak hanya itu, Indonesia pun turut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) yang ditandai dengan lahirnya Keputusan Presiden No. 36/1990 tertanggal 25 Agustus 1990.  Perjalanan ratifikasi KHA tersebut hampir mencapai 13 tahun.  Namun bagaimana pelaksanaannya di lapangan? […]