Riset Aksi Agraria, Riset Yang Mengubah Catatan Lokakarya Hasil Riset Aksi di Semarang pada 10 – 12 Desember 2013

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}

“Riset aksi merupakan sebuah metode penelitian partisipatori yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan praktis atau pengetahuan yang memecahkan persoalan sosial untuk terwujudnya kehidupan yang lebih baik. Sehingga melalui riset aksi ini peneliti dan subjek penelitian secara bersama merumuskan permasalahan, teori, dan tindakan praktis (aksi)”. Demikian penjelasan Donny Danardono[1][1], membuka lokakarya ‘Riset Aksi Agraria: Riset Yang Mengubah’ pada tanggal 10 Desember 2013. […]